Senin, 09 Mei 2011

THREE TIMES AT "ANGKOT"

aku memandangi kardus kecil persegi berwarna biru dan hijau itu, tergeletak kosong di atas meja di dalam kamar. kemarin kardus kecil itu sengaja aku masukkan ke tas untuk sebuah keperluan, aku juga memasukkan isi kardus itu (benda hitam kecil yang menghubungkanku dengan banyak orang) tapi tidak ke dalam kardus tersebut, karna keperluan yang aku maksud bukan untuk menjual kembali sang isi kardus toko, bukan, maka setelah sekian lama, hampir setahun kurang seminggu, 'sang isi kardus' dan kardusnya berpisah, siang kemain mereka  bersatu kembali dalam satu tempat di dalam ransel coklatku, tapi malangnya, ternyata justru siang itulah mereka untuk terakhir kalinya bertemu dan sekaligus berpisah untuk selama2nya. ya... sang isi kardus, kini telah hilang...raib, entah dengan cara yang bagaimana dan dimana, karena aku juga tidak mampu mengingatnya.
tahukan kamu? siapakah sang isi kardus tersebut?
ya, dia adalah handphone mungil hitamku...
dan siang itu, aku kembali mengalami kehilangan Hp untuk yang ke3 kalinya, dalam tempat yang sama yang bernama ANGKOT.
aku kembali memikirkan kehilangan ini, bukan, bukan karena aku tidak rela atas kehilangan ini, tetapi angka 3 itu, juga sang angkot, sungguh-sungguh telah menggangguku,
bayangkan 3 KALI, di tempat yang sama yang bernama ANGKOT (walalupun dengan jurusan yang berbeda), apa yang salah dengan diriku???
dan jawabannya adalah karena aku LALAI, LENGAH, walaupun aku terjaga tapi hatiku tidak...

pada kehilangan ke dua kalinya, aku pernah berfikir, kenapa bukan di kereta yang sering aku tumpangi yang satu gerbongnya katanya lebih banyak copetnya daripada penumpangnya?
dan pada kehilangan yang ketiga kalinya ini, aku jg berfikir hal yang sama, aku kembali membandingkan kereta yang penuh sesak dengan kemungkinan lebih besar terjadi sebuah pencopetan di bandingkan di dalam sebuah angkot. dan ternyata aku lupa satu hal...ya satu hal yang sesungguhnya ini juga merupakan kesalahanku dan mengakibatkan kehilangan itu.
ya, KARENA AKU TELAH MERASA AMAN dan TIDAK WASPADA ketika di DALAM ANGKOT.aku lupa bahwa
"merasa aman akan menimbulkan ketidakwaspadaan, keridakwaspadaan memberi peluang/kesempatan yang besar pada orang-orang yang ingin berbuat jahat"
dan aku berdoa semoga kedepannya aku tidak akan lengah lagi.amin...
buat teman2
semoga bisa mengambil hikmah dari apa yang aku alami ini, satu hal..selalu waspada dan jangan pernah merasa sudah aman, dimanapun berada, mau itu di dalam kereta yang penuh sesak, bis yang bejibun, bahkan angkot yang tidak berpenumpang sekalipun. bukankah ada pepatah bijak yang mengatakan bahwa "terkadang tempat yang paling berbahaya itulah justru tempat yang paling aman, begitu juga sebaliknya, tempat yang kita anggap paling aman justru adalah tempat yang berbahaya"
jadi, selalu WAPADA dan jangan lupa BERDOA agar dihindarkan dari kejahatan...


smoga tulisan ini bermanfaat... dan ini bukan ajang curhat, hanya sekedar pengingat mudah2n bermanfaat. amin.
salam hangat.
(etha)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar